Selasa , 18 Februari 2020
Home / Breaking News / Pengakuan Terduga Pelaku Pembunuhan Astrid Aprilia,  Bersumpah Tidak Mencabuli Hanya Ingin Kuasai Motor

Pengakuan Terduga Pelaku Pembunuhan Astrid Aprilia,  Bersumpah Tidak Mencabuli Hanya Ingin Kuasai Motor

DIPERIKSA: Terduga pelaku pembunuhan pelajar Curup, Astrid Aprilia, Yo (32) saat menjalani pemeriksaan penyidik, Kamis (23/1). (foto : wanda/rb)

CURUP–  Tersangka Yo (32), warga Sukaraja Kecamatan Curup Timur yang diduga melakukan pembunuhan terhadap pelajar Curup, Astrid Aprilia masih terus menjalani pemeriksaan di Polres Rejang lebong. Dalam pengakuannya, terduga membunuh korban hanya karena ingin menguasai motor milik korban. Ia sama sekali tidak ada maksud lain. Apalagi sampai melakukan aksi pencabulan.

“Tidak pak, saya hanya ingin menguasai motor milik korban pak dan niat itu tiba-tiba saja. Saat korban masuk ke dalam rumah dan meminta air minum. Saya langsung bekap dia dan menyuruhnya duduk sambil mengancam jangan berteriak. Kemudian saya mengikat tanganya dengan tali pak, dan mengikat kakinya dengan kabel,’’ ungkap Yo.

Setelah itu, sambung Yo, karena takut ketahuan istrinya, Astrid selanjutnya dibawa ke rumah bapak angkatnya Gusbanik alias pakde sayur di Kelurahan Talang Ulu.  “Sampai dirumah bapak angkat saya, korban saya titipkan. Saat itu dia (pakde sayur, red) sempat tanya, kenapa tangan dan kaki korban diikat. Saya jawab, bapaknyo punya hutang. Kalau lah dibayar, baru saya pulangkan dan saat itu korban saya bawa ke dalam kamar belakang. Karena takut korban berteriak, mulutnya saat itu saya sumpal pak,’’ ucap Yoki terus bercerita.

Setelah jam 12 malam, lanjut Yo, diirinya kembali ke rumah pakde sayur untuk menjemput kembali korban. Saat itu pakde sayur kembali bertanya mau dibawa kemana. “Saya jawab ‘mau dipulangkan ke rumah orang tuanya’. Setelah itu saya bawa lagi pulang ke rumah saya di Sukaraja pak dan sumpalan mulut sudah saya lepas,’’ lanjut Yo.

Lebih jauh, Yo menyambung cerita, sampai di depan rumahnya, pelaku turun untuk membuka pintu garasi rumahnya. Saat itulah korban sempat berteriak minta tolong dari dalam mobil. “Saya langsung lari ke mobil karena panik dan langsung mencekik korban. Lebih kurang 20 menitan pak, setelah korban tidak bergerak baru cekikan saya lepas,’’ sambung Yo.

Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, tanggal 9 November 2019, ia kembali keluar rumah karena sudah pasti korban meninggal dunia. Saat di dalam mobil, pelaku melucuti perhiasan korban serta pakaian korban. Serta dan memasukan korban ke dalam karung dengan posisi kepala ditutupi kantong plastik.

‘’Sumpah pak, saya tidak mencabuli pak. Saya Cuma berniat mau menguasai motor korban. Saya melucuti pakaiannya, khawatir kalau nanti ditemukan, ada sidik jari dipakaian korban. Makanya saya lepas dan saya buang terpisah. Setelah itu baru saya buang korban ke jembatan Air Merah,’’ pungkas (dtk)

Berita Lainnya

Lulus Passing Grade SKD Belum Tentu Lanjut ke Tahap SKB

BENGKULU–  Usai dilaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Pemprov Bengkulu, selanjutnya setelah diumumkan perangkingan oleh ...