Jumat , 21 Februari 2020
Home / Borgol / Di Jakarta DPO Korupsi GOR Lebong Menyerahkan Diri

Di Jakarta DPO Korupsi GOR Lebong Menyerahkan Diri

TIBA : Terpidana korupsi pembangunan sarana dan prasarana olahraga gedung olahraga (GOR) Kabupaten Lebong, It Andi Reman (bertopi biru,red) saat tiba di bandara Fatmawati, Sabtu (25/1). (foto : ist/rb)

BENGKULU – Ir. Andi Reman terpidana korupsi pembangunan sarana dan prasarana olahraga gedung olahraga (GOR) Kabupaten Lebong pada anggaran 2008-2009 akhirnya menyerahkan diri, Sabtu (25/1).

Ir. Andi Reman merupakan Direktur PT Pembangunan Perumahan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) menyerahkan diri kepada tim Jaksa gabungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong.

Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Marthin Luther mengatakan sebelumnya Tim Kejati Bengkulu bersama tim Kejari Lebong melakukan pendekatan secara persuasif dengan keluarga DPO tersebut.

“Dengan pendekatan persuasif akhirnya yang bersangkutan menyerahkan diri kepada tim Sabtu kemarinbdi Swissbell in Hotel Simatupang Jakarta sekitar jam 10 pagi,” kata Martin, Minggu (26/1)

Diketahui selanjutnya pada hari yang sama terpidana dibawa dengan menggunakan pesawat ke Bengkulu, tiba di Bengkulu sekitar pukul 16. 00 WIB dan dieksekusi di Lapas Bentiring Bengkulu. Ir. Andi Reman selanjutnya menjalani putusan Mahkamah Agung nomor : 2860k/Pid. Sus/2015 tanggal 07 juni 2016 dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sebelumnya pada putusan Pengadilan terpidana divonis selama 1 tahun penjara, selanjutnya mengajukan banding dan putusan banding menguatkan putusan Pengadilan. Kemudian terpidana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung namun justru putusan kasasi menambah hukuman terpidana menjadi 4 tahun penjara.

“sebelum di eksekusi ke Lapas terpidana telah dilakukan tes kesehatan dan dinyatakan sehat oleh medis. Jadi dalam kasus korupsi ini, seluruh terpidana yang berjumlah 5 orang sudah selesai dieksekusi semua,” kata Marthin.

Sehari sebelumnya tim jaksa gabungan juga telah menangkap satu DPO lainnya Hari Subagyo dalam kasus tersebut. Pada pembangunan gedung GOR kabupaten Lebong diketahui dana yang digunakan pada kegiatan tersebut sekitar 49 miliar. Namun pekerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga merugikan keuangan negara sebesar 6,3 miliar.(cw5)

Berita Lainnya

Pelaku Diduga Kabur ke Empat Lawang

BENGKULU –  Peristiwa berdarah di Pasar Panorama pada Minggu (9/2) pukul 04.30WIB lalu, berujung jatuhnya …