Jumat , 28 Februari 2020
Home / Breaking News / Tak Perlu MOU Soal Pemkot Ambil Alih Pengelolaan Pantai Panjang oleh Pemda Kota, Cukup Pemprov Hibahkan Saja

Tak Perlu MOU Soal Pemkot Ambil Alih Pengelolaan Pantai Panjang oleh Pemda Kota, Cukup Pemprov Hibahkan Saja

RAMAI: Wisata Pantai Panjang ramai dikunjungi terlebih lagi di hari libur. (foto : jerri/rb)

BENGKULU– Kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengambil ahli kembali pengelolaan wisata Pantai Panjang mendapat respon positif dari anggota DPRD. Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi mengatakan  DPRD Kota sangat mendukung dan setuju dengan sikap Pemkot yang ingin mengambil alih pengelolaan Pantai Panjang. Menurutnya tidak perlu ada perjanjian khusus atau MoU. Pasalnya, selama ini sudah diketahui kalau PAD yang ada di kawasan wisata Pantai Panjang ini tidak bisa diambil karena adanya tumpang tindih dan tidak ada kejelasan soal pengelolaan.

“Untuk adanya ada kesepakatan MoU atau kesepakatan lainnya sepertinya tidak harus dilakukan, dikarenakan wilayah Wisata Pantai Panjang berada di Kota. Akan tetapi baiknya ada koordinasi juga antara Pemkot dengan Pemprov atau sebaliknya. Apabila ada pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov silahkan saja akan tetapi setelah dibangun dihibahkan dengan Kota,” jelasnya.

Ia mengingatkan kepada semua OPD untuk bekerja maksimal mengelola wisata Pantai Panjang ini. Baik dari pengelolaan, Penarikan PAD, kebersihan dan lain sebagainya. Sehingga komitmen Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu yang ingin mengambil alih Pantai Panjang menjadi sia-sia dikarenakan OPD yang tidak bisa membantu pengelolaan Pantai Panjang ini. “Untuk OPD harus semangat bekerja untuk mengelola Pantai Panjang. Jangan hanya kuat di depan dan kebelakangnya nanti menghilang dan tidak melakukan kegiatan kebersihan,” jelasnya.

Bagi OPD yang memang berkaitan dengan pengelolaan Pantai, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan untuk bisa menghasilkan PAD yang selama ini hilang dan bocor diakibatkan dengan tumpang tindih dalam pengelolaan. “Untuk Satpol PP sendiri ke depannya bisa menertibkan semua warung remang-remang, pedagang baju, bawang dan lain sebagainya yang tidak masuk dalam dagangan wisata lebih baik dipindahan ke pasar karena bisa memperburuk kawasan wisata dan tidak enak dipandang pengunjung dari luar Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Ke depannya untuk pedagang yang berjualan di lokasi Pantai Panjang ini memang dikhususkan untuk pedagang yang berhubungan dengan lokasi wisata seperti kuliner, cinderamata, oleh-oleh khas Bengkulu dan lainnya. “Apabila ada pengunjung yang datang mereka bisa menilai dan melihat kalau Pantai Panjang sudah tertata dan rapi,” tutup Marliadi.(jee)

Berita Lainnya

Walikota Bengkulu Helmi Hasan Ternyata Punya Tiga Nama

BENGKULU– Banyak yang tidak mengetahui jika Walikota H. Helmi Hasan, SE mempunyai tiga nama yang …