Selasa , 25 Februari 2020
Home / Borgol / Bila Terbukti Konstruksi Tidak Sesuai Perencanaan, Pidana Kontraktor Jembatan “Maut”

Bila Terbukti Konstruksi Tidak Sesuai Perencanaan, Pidana Kontraktor Jembatan “Maut”

Sudarno

BENGKULU – Polda Bengkulu memastikan akan mempidana kontraktor pembangunan jembantan gantung di Desa Bungin Tambun III, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur yang putus Minggu (19/1) lalu. Dimana dalam kejadian tersebut berujung maut, 10 pelajar SMP meningggal dunia lantaran terjatuh dari jembatan yang putus itu.

Menyeret kontraktor atau pihak-pihak terkait dalam pembangunan jembatan itu ke ranah hukum bila hasil penyelidikan yang dilakukan Polda Bengkulu menemukan indikasi kuat kalau konstruksi jembatan dibangun tidak sesuai perencanaan atau standar yang telah dipersyaratkan. Penegasan ini disampaikan Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Sudarno, S.Sos, MH.

Hingga kemarin kata Sudarno, penyidik Polda Bengkulu masih mendalami penyelidikan penyebab putusnya jembatan gantung itu. ‘’Kita pastikan dulu penyebab putusnya jembatan gantung ini,’’ ujarnya.

Jika hasil penyelidikan ditemukan karena konstruksi pekerjaan yang tidak sesuai perencanaan tidak sesuai spesifikasi maka pihaknya akan memproses hukum putusnya jembatan ini. Pihak-pihak terkait tentu akan berhadapan dengan hukum. ‘’Tapi sebaliknya bila hasil penyelidikan yang didapati, putusnya jembatan itu karena over kapasitas (kelebihan beban,red) maka ini merupakan kelalaian korban, maka tak diproses hukum,’’ jelasnya.

Dalam melakukan penyelidikan ini kata Sudarno pihaknya melibatkan tim ahli konstruksi jembatan dari Kementerian PUPR. Sehingga dapat diketahui secara pasti penyebab i putusnya jembatan gantung ini. Hasil pemeriksaan tim ahli ini juga akan menentukan kelanjutan proses penyelidikan yang dilakukan Polda Bengkulu. ‘’Saat ini memang masih pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan. Rencananya kita juga akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangannya,’’ jelas Sudarno.

Sekadar mengingatkan pada Minggu (19/1) sekira pukul 15.00 WIB jembatan gantung yang melintasi Air Padang di Desa Bungin Tambun III, Kecamatan Padang Guci putus. Putusnya jembatan ini di saat 17 orang yang merupakan pelajar SMP sedang berada di atas jembatan tersebut. Akibat putusnya jembatan 10 dari 17 pelajar yang sedang berada di atas jembatan , jatuh lalu diseret arus sungai di bawah jembatan hingga meninggal dunia. (aba)

Berita Lainnya

Hingga Februari Satresnarkoba Polres Bengkulu Ungkap 13 kasus dari 15 Tersangka

BENGKULU– Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkulu mengungkapkan capaian kinerja dari awal tahun hingga Februari 2020. …