Jumat , 28 Februari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Tak Cocok Ganti Rugi, Warga Benteng, Minta Jalur Tol Dipindahkan

Tak Cocok Ganti Rugi, Warga Benteng, Minta Jalur Tol Dipindahkan

BENTENG – Warga Terdampak Tol (WTP) dari tiga desa yakni Desa Lagan sebanyak 46 orang, Desa Padang Ulak Tanjung 50 orang dan Desa Jum’at sebanyak 73 orang, mengancam menolak penggunaan lahan dan kebun mereka untuk dijadikan jalur jalan tol Bengkulu-Palembang, jika harga yang diterapkan tidak sesuai dengan keinginan warga.

Juru bicara warga, Tahirman Mukti menjelaskan, pihaknya mengajukan harga juga bukan tanpa alasan, namun perbandingan atas harga yang serupa di daerah lain juga melalui kegiatan yang sama yakni untuk jalur pembangunan jalan tol.

“Kami ini pihak terkait untuk pembangunan jalan tol, mengganti rugi lahan warga dengan nilai yang wajar,” katanya, Selasa (28/1).

Disampaikan Tahirman, pihaknya membandingkan dengan nilai ganti rugi lahan di Provinsi Lampung untuk jalan tol yakni Rp 104 ribu untuk lahan perkebunan per meternya, serta Rp 300 ribu untuk lahan rumah warga.

“Tanaman karet Rp 700 ribu per batang dan juga Rp 1 juta untuk tanaman kelapa sawit yang semuanya masih produktif,” bebernya.

Apabila hal tersebut tidak dipenuhi, maka warga mempersilakan untuk pihak pelaksana bahkan pemerintah mencari jalur lain yang harganya sesuai keinginan pemerintah. Pihaknya juga tidak akan menyelesaikan pengajuan atau perselisihan nilai harga, karena warga mengakui bahwa surat menyurat lahan mereka semuanya sudah lengkap. “Legalitas semua lahan kami sudah jelas,” ujarnya.

Disampaikan Tahirman, pihaknya juga Rabu (29/1) akan bertemu Gubernur Bengkulu untuk membahas nilai ganti rugi jalan tol ini. Karena, untuk penetapan harga berdasarkan SK Gubernur nantinya. “Sebelum ada masalah, kami minta diselesaikan semua kewajiban,” demikian Tahirman.(vla)

Berita Lainnya

Katana Bentuk Keluarga Tangguh

BENTENG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Tengah, mempersipkan Program Keluarga Tangguh Terhadap …