Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Berita utama / Hasil Uji Laboratorium, Pastikan Penyebab Kematian 28 Penyu Bukan Karena Limbah PLTU

Hasil Uji Laboratorium, Pastikan Penyebab Kematian 28 Penyu Bukan Karena Limbah PLTU

PENYU : Asisten II Setda Provinsi, Hj. Yuliswani, SE, M.Si, bersama pihak terkait saat merilis hasil uji laboratorium terhadap kematian 28 ekor penyu, yang diduga akibat limbah PLTU Bengkulu 2×100 MW. (foto : hasrul/rb)

BENGKULU– Teka-teki penyebab kematian 28 ekor penyu di seputaran pantai Teluk Sepang akhirnya terjawab. Ini membantah tudingan yang mengatakan jika kematian penyu disebabkan karena limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2X100 MW.

Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang digelar Pemprov Bengkulu, Jumat (31/1) pukul 10.00 WIB. Hadir dalam giat tersebut Asisten II Setda Provinsi, Hj. Yuliswani, SE, M.Si, Kepala BKSDA Bengkulu, Ir. Donal Hutasoit, ME, Kadis LHK Provinsi, Ir. Sorjum Ahyan. Serta Kepala BMKG Provinsi Bengkulu, Kukuh Ribidiyanto, dokter hewan BKSDA, dr. Erni Suyanti Musabine, dan mewakili Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu, AKP. Khoiril Akbar, S.IK.

Yuliswani dalam keterangan persnya menjelaskan,  jika berdasarkan hasil pengecekan disimpulkan jika penyebab kematian penyu bukan karena limbah PLTU. Pengecekan dikatakan Yuliswani dilakukan dari berbagai aspek. Mulai dari uji laboratorium, pengecekan iklim dan kondisi air laut oleh BMKG. Serta uji laboratorium DLHK Provinsi

“Berdasarkan uji lab yang telah disertai dengan data-data disimpulkan jika penyebab kematian penyu bukan karena limbah PLTU,” ungkap Yuliswani menegaskan.

Dijelaskan Yuliswani, sejak April 2019 hingga Januari 2020 diketahui sudah 28 ekor penyu yang ditemukan mati. Menindaklanjuti hal itu, BKSDA sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan juga memeriksa bangkai penyu tersebut yang rata-rata sudah dalam kondisi membusuk. Diperkirakan kematian penyu lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.

“Kondisi penyu fisik bangkai penyu yang ditemukan ada yang terikat jaring, ditemukan sampah plastik detergen, tali, filter rokok, dan kayu pada saluran pencernaan. Serta sebagian besar kondisinya sudah busuk dengan organ tubuhnya sudah hancur,” kata Kepala BKSDA, Donal Hutasoit.

Atas hal itu, juga dilakukan pemeriksaan nekrosi (bedah bangkai,red) dan dilanjutkan dengan koleksi spesimen dari organ-organ penyu. Spesimen tersebut kemudian dikirim ke laboratorium Balai Besar Penelitian Veteriner Kementerian Pertanian dan Laboratorium PSSP Institut Pertanian Bogor pada 5 Desember 2019, untuk tujuan pemeriksaan Histopatologi dan Toxicologi

Berdasarkan Surat Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor Nomor: 8/16/PK.310/H.S.1/01/19/538 tanggal 20 Januari 2020 perihal Hasil Pemeriksaan Laboratorium, bahwa Diagnosa umum mikroskopis dari spesimen penyu yang telah dikirimkan adalah hepatik nekrosis parah, hepatitis, enteritis parah, haemonrrhagi, hemosiderosis, myopathy dan myosis. Hasil penegakan diagnosa laboratorium adalah infeksi bakterial suspect Salmonellosis dan Clostridiosis. “Hal ini juga dipengaruhi oleh spesimen yang dikoleksi dan dikirimkan sudah mengalami autolysis,” terang dr. Erni Suyanti Musabine.

Berdasarkan hasil pengujian Nomor: LB.19/538 Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian tanggal 10-11 Desember 2019 dari pemeriksaan 11 spesimen organ penyu diketahui bahwa hasil pengujian toxicologi tidak menunjukkan nilai yang mempengaruhi mortalitas penyu.

Sementara itu, AKP. Khoiril Akbar, S.IK yang mewakili Direskrimsus Polda Bengkulu mengatakan jika sejak kasus kematian penyu mencuat mereka telah melakukan penyelidikan dengan turun ke lapangan bersama ahli. Selain itu, dalam proses itu mereka juga menunggu hasil uji laboratorium. “Dengan sudah ada hasil lab ini maka secara otomatis kita hentikan. Namun bila nanti ke depan ditemukan kembali bukti baru maka bisa diselidiki lagi,” sampainya.

Oleh karena itu, Khoiril berharap ke depan dalam menyebarluaskan informasi sebaiknya didukung dengan data-data yang lengkap sehingga tidak menimbulkan keresahan pada masyarakat, demi mendukung kemajuan Provinsi Bengkulu. (zie)

Berita Lainnya

Genjot Pembayaran Non Tunai, BI Gelar Pekan QRIS Nasional

BENGKULU – Bank Indonesia (BI) gencar mensosialisaikan pembayaran non tunai di Provinsi Bengkulu. Khususnya dikalangan …