Senin , 17 Februari 2020
Home / Nasional / Mirroring Gagal

Mirroring Gagal

PEP GUARDIOLA

MANCHESTER – Pelatih Manchester City Pep Guardiola memilih taktik aman saat menghadapi Manchester United di leg kedua semifinal Piala Liga Kamis (30/1). Yakni mirroring tiga pemain belakang.
Namun strategi tersebut tak semulus yang direncanakan Pep.City untuk kedua kalinya musim ini kalah di derbi Manchester. Gelandang United Nemanja Matic membobol gawang kiper City Claudio Bravo menit ke-35.
Selain memberi keunggulan, kapten timnas Serbia tersebut juga membuat United bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-76. Matic diusir wasit Kevin Friend karena menerima kartu kuning kedua gara-gara berbenturan tubuh dengan gelandang City Ilkay Guendogan.
Takluk oleh United kedua kalinya ini membuat Pep kena kritik dari berbagai pihak. Pandit Sky Sports yang juga mantan pemain City Micah Richards menyatakan Pep seringkali berpikir berlebihan tentang satu pertandingan.
“(Joao) Cancelo seorang bek kiri dipaksa bermain sebagai bek tengah. Lalu bek tengah asli seperti (John) Stones atau (Eric) Garcia malah duduk di bangku cadangan,” kata Richards. “Lalu kalau untuk pertandingan non Premier League atau Liga Champions mereka tak dipercaya, darimana mereka dapat konfidensi,” tambah pemain yang meraih dua trofi bersama City itu.
Dalam post-match press conference Pep mengatakan kalau memasang Kyle Walker dan Cancelo dalam bukan posisi aslinya adalah bagian dari taktik. Pep tak ingin United menjebol gawang timnya dengan gaya yang sama saat kalah 1-2 di matchweek 16 (7/12) lalu. Yakni serangan balik yang mematikan.
“Saya berpikir kalau United akan bermain dengan dua pemain depan dengan kecepatan lari luar biasa. Kami harus menyiapkan pemain dengan kaki-kaki secepat pemain United,” ucap Pep dikutip Manchester Evening News. “Kyle (Walker) dan Joao (Cancelo) punya kecepatan dan itulah mengapa saya memilih mereka,” tambah pelatih dengan koleksi tujuh trofi di City itu.
Pep menganalisis kalau United sepeninggal Marcus Rashford yang cedera punggung sama sekali tak melemah. Mason Greenwood, Daniel James, dan Anthony Martial disebut pelatih 49 tahun tersebut.
Kegemaran Pep melakukan mirroring pada formasi yang dipakai lawan bukan terjadi pada pertandingan ini saja. Musim ini sebanyak tujuh kali. Hasilnya United satu-satunya yang bisa menang atas City.
Nah, Pep juga menyinggung alasan lain soal mirroring skema tiga bek lawan United. Yakni bagian dari rotasi dan persiapan melawan tim enam besar lainnya pada akhir pekan ini Minggu (2/2). City akan bertandang ke markas Tottenham Hotspur.
Bagi Pep, pertandingan ini sarat gengsi karena inilah pertemuan perdananya lawan Jose Mourinho setelah pelatih asal Setubal Portugal itu mendarat di Spurs November lalu.
“Ayme(ric Laporte) sudah membaik kondisinya meski belum sempurna setelah dijajal turun lawan Sheffield United (21/1). (Benjamin) Mendy juga sama kondisinya dengan Ayme,” jelas Pep.
Gelandang City Kevin De Bruyne kepada Sky Sports berucap kalau kelolosan City ke final dengan menang agregat 3-2 atas United tak akan dibahas secara umum. Media-media pasti lebih sibuk mengulik dan menganalisis mengapa City kalah.
“Saya rasa tim kami terlalu banyak membuang-buang peluang secara keseluruhan di laga ini. Kami bermain lebih baik dan mendikte sepanjang pertandingan atas United,” tutur De Bruyne. Statistik versi Whoscored menunjukkan City menguasai distribusi bola sampai 60,6 persen. Kemudian City membuat 13 tembakan dengan enam diantaranya melenceng.
Goal kemudian mengingatkan City akan membayar mahal jika terus menyia-nyiakan peluang saat lawan Real Madrid di 16 besar Liga Champions Februari mendatang. Apalagi Real menemukan momentum kebangkitan dan menanjak konfidensinya setelah menjuarai Supercopa de Espana bulan ini di Jeddah Arab Saudi.(dra)

Berita Lainnya

Apple Tunda Peluncuran iPhone 12

JAKARTA – iPhone 12 series dilaporkan akan melakukan debutnya pada September 2020 mendatang. Namun menurut ...