Senin , 17 Februari 2020
Home / Berita utama / Polemik PT.SIL dan Warga Bengkulu Utara Belum Tuntas, Warga Sambangi Kantor Gubernur

Polemik PT.SIL dan Warga Bengkulu Utara Belum Tuntas, Warga Sambangi Kantor Gubernur

DEMO : Perwakilan masyarakat Bengkulu Utara saat menggelar aksi di Pemda Provinsi, Selasa (11/2). (foto : hasrul/rb)

BENGKULU-  Warga dari tiga desa di Kabupaten Bengkulu Utara dan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Selasa (11/2) sekitar pukul 10.00 WIB  menyambangi Kantor Gubernur Bengkulu. Kedatangan mereka masih terkait dengan polemik mereka dengan perusahaan perkebunan sawit, PT. Sandabi Indah Lestari (PT.SIL).

Perwakilan JPKP, Adi Prabowo yang mendampingi warga mengatakan pada prinsipnya tuntutan warga sama dengan apa yang disampaikan pada saat aksi demo sebelumnya.  Yakni, ingin memperjuangkan hak-hak masyarakat yang sejauh ini tidak ada legalitas berupa sertifikat kepemilikan lahan.

“Masyarakat pribumi asli tergeser oleh perusahaan dari luar,” sampai Adi Prabowo.

Dia menyampaikan juga bahwa warga  sebetulnya tidak keberatan dengan adanya perusahaan tersebut. Namun demikian juga harus memikirkan nasib masyarakat. “Kami harapkan dengan kami kesini, dapat memberikan jalan keluar terhadap rakyatnya yang pribumi asli. Hak hidup yang selama ini belum ada secara legal formal yaitu tidak adanya sertifikat,” sampainya.

Dijelaskannya, di dalam HGU 33 dan HGU 11 ada sekitar 2 ribu hektare. Ketiga desa tersebut yakni Desa Sebayur, Simpang Batu dan Bukit Harapan Kabupaten Bengkulu Utara.

Pantauan Rakyat Bengkulu kedatangan warga dan JPKP ini langsung ditemui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Hj. Oslita Muslimin, SH, MH di ruang Rapat Rafflesia, Pemprov Bengkulu.

“Untuk permasalahan ini nantinya kita dari Pemprov akan mencarikan solusi terbaik baik untuk Sandabi maupun warga,” kata Oslita. (zie)

Berita Lainnya

Terkait Isu Dukung Incumbent, Agusrin : Hanya Komunikasi Silaturahmi Kekeluargaan

BENGKULU–  Ramai di media sosial, beredar informasi yang menyatakan  mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin ...