Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Foto “Panti Pijat” di Ruang Komisi Hebohkan DPRD Bengkulu Tengah

Foto “Panti Pijat” di Ruang Komisi Hebohkan DPRD Bengkulu Tengah

ISENG: Ini lah foto oknum honorer yang tengah memijat dan dipijat yang akhirnya viral di kantor dewan. (foto : ist/rb)

BENTENG – Sebuah foto yang memperlihatkan seorang tenaga honorer laki-laki tengah memijat kaki honorer perempuan di ruang komisi II DPRD Benteng akhirnya menjadi heboh. Foto yang diberi tulisan “Panti Pijat” telah menyebar di Instagram itu, memicu polemik yang membuat anggota DPRD khususnya komisi II meradang.  Bahkan saat ini ruang Komisi II tersebut disebut-sebut seperti panti pijat karena foto itu. Sehingga Komisi II DPRD Benteng berencana akan membawa masalah foto itu ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Benteng untuk ditindak lanjuti.

Sekretaris DPRD Benteng, H. Meizuar, MH setelah mendapatkan laporan foto yang menyebar di instagram itu langsung melakukan pelacakan. Setelah dipastikan foto itu memang berada di ruang Komisi II DPRD Benteng, langsung memanggil dua oknum honorer yang ada di foto itu untuk diklarifikasi.

“Saya sudah tanyakan langsung kepada pihak yang ada dalam foto,” terangnya.

Dijelaskan Meizuar, foto itu diambil Selasa (11/2) lalu. Sang pria berinisial Ti dan wanita yang ada di foto itu adalah Ei. Kedua-duanya benar merupakan tenaga honorer di DPRD Benteng. Pada saat di foto, Ti menanyakan kepada Ei mengenai kondisi kaki kanannya yang pincang. Oleh Ei dijawab karena keseleo. mengetahui hal tersebut, Ti bermaksud membantu dengan mengurut Ei.

Pada saat itulah, diduga ada orang yang tidak meminta izin terlebih dahulu langsung mengambil foto dengan menggunakan kamare handphone. Kedua orang yang difoto juga tidak merasa keberatan karena memang tidak melakukan hal yang melanggar aturan. Malah prianya menolong wanita yang sedang memgalami kesakitan akibat kakinya keseleo. “Untuk bukti yang wanita keseleo, ada surat keterangan dari pihak kesehatan,” ujar Meizuar.

Karena hal ini beredar seolah melecehkan lembaga wakil rakyat di DPRD Benteng. Meizuar memang mengakui bahwa ada anggota DPRD Benteng yang dengan lantang bersuara keras dalam grup WhatsApp DPRD Benteng untuk meminta hal ini diusut tuntas. Dicari dalang pelaku yang telah menyebarkan foto bertuliskan Panti Pijat.

Hal ini diakui Waka II DPRD Benteng Evi Susanti. Dia sangat meyayangkan tindakan pihak yang memfoto hingga tersebarnya tulisan “Panti Pijat” dalam fotonya. Terlepas hanya lelucon atau tidak, Evi mengaku akan membawa masalah ini ke peraturan yang berlaku. “Kami lembaga akan menindak lanjuti masalah ini ding,” ujar Evi.

Selain meminta klarifikasi melalui pihak sekretariat, orang yang menyebarkan hingga menuliskan ruang Komisi II sebagai Panti Pijat akan diminta pertanggungjawabannya.

“Sangat disayangkan atas tindakan orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Evi.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Benteng, Sutan Ismail saat dikonfirmasi tidak mau memberikan keterangan. Pesan melalui WA hanya dibaca saja tanpa menjawabnya. Begitu juga dengan Ti dan Ei sama-sama sedang tidak berada di DPRD Benteng karena sedang ada tugas di luar Sekretariat DPRD Benteng.(vla)

Berita Lainnya

Lulus SKD, Belum Tentu Ikut SKB

BENTENG – Bagi peserta seleksi CPNS di Kabupaten Bengkulu Tengah yang telah megikuti Seleksi Kemampuan …