Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Nasional / Tunggal Harus Lebih Siap

Tunggal Harus Lebih Siap

GREGORIA MARISKA TUNJUNG

MANILA – Poin sempurna dibukukan tim putri Indonesia pada laga perdana melawan Filipina. Bukan suatu kejutan. Sudah lazim jika Gregoria Mariska Tunjung dkk mampu mengungguli lawan. Di atas kertas Indonesia jauh lebih dominan, sementara wakil tuan rumah belum terdengar kiprahnya dalam persaingan dunia.

Tunggal putri pertama Gregoria yang mengawali kemenangan atas Airah Mae Nicole Albo dengan skor 19-21, 21-11, 21-9. Hasil ini jelas berdampak positif pada sektor selanjutnya. Indonesia tampil on fire. Greysia Polii/Apriyani Rahayu menyusul menjadi penyumbang poin kedua.

Pemain penentu Ruselli Hartawan tidak kalah baiknya. Dia sukses menjalankan misi untuk merebut tiga poin beruntun bagi Merah Putih. Kemenangan atas Maria Bianca Ysabel Carlos 21-10, 21-18 menjadi penanda keberhasilan Indonesia di laga pertama. Sehingga beban bagi dua sektor selanjutnya menjadi lebih mudah. Tetapi seolah tak mau kalah, Putri Kusuma Wardani turut menyumbang poin terakhir. Dia menjadi penutup pertandingan dan menjadikan Indonesia menang telak 5-0 atas Filipina.

“Dari awal saya diturunkan, saya mau menyumbang angka untuk tim. Tapi jujur diawal rasa tegang itu ada. Waktu game pertama yang poinnya ramai tadi, saya berpikir dapat satu demi satu poin dulu, main saja deh. Nggak usah mikir menang kalah,” ucap Putri seperti dikutip dalam siaran pers PP PBSI.

Debut pemain yang baru mentas dari level junior itu memang sangat dinantikan. Terlebih keikutsertaan Putri dalam Badminton Asia Team Championships 2020 ialah menggantikan Fitriani yang notabene tunggal putri proyeksi olimpiade.

“Hasil ini sesuai dengan prediksi, kami bersyukur bisa menang 5-0. Sebetulnya yang agak dikhawatirkan tunggal ketiga, karena ini kan pengalaman pertama buat Putri. Tapi ternyata di game pertama dia lepas, dia game kedua bisa main normal,” ujar Susy Susanti, manajer tim Indonesia.

Hasil manis itu sangat disyukuri oleh tim. Filipina telah mengalami kekalahan pahit dalam dua laga beruntun. Sebelumnya mereka dikalahkan oleh Thailand. Dengan itu tinggal perebutan status juara grup Y antara Indonesia versus Thailand hari ini.

Meski tidak berkekuatan penuh, tetap saja timnas Negeri Gajah Putih itu menjadi lawan berat. Selama ini para pemain kita punya rekor menang kalah terhadap lawan. Susy berharap kemenangan kemarin bisa menjadi bekal motivasi bagi tim untuk laga kedua.

Susunan pemain yang akan diturunkan dalam pertandingan kali ini cukup menarik. Kekuatan utama di ganda putri, yaitu Greysia/Apriyani nyatanya tidak diturunkan. Malahan Apriyani dipasangkan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani untuk menghadapi Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai. Ini pertama kalinya Apriyani/Ketut berpasangan. Selain itu, posisi Putri digantikan Choirunnisa.

Untuk mengulang kembali kesuksesan dengan menang 5-0 rasanya bakal berat. Khususnya untuk sektor tunggal. Thailand punya pemain tunggal yang baik dibanding Indonesia. Hal itu yang pernah ditegaskan oleh pelatih pelatnas tunggal putri Rionny Mainaky dalam sesi latihan Selasa (11/2). “Yang penting itu dari individunya siap dan harus yakin bisa,” tegas Rionny.

Jika berkaca dengan hasil sebelumnya, Gregoria punya kans untuk menang atas Busanan Ongbamruphan. Tetapi pemegang kunci kemenangan Ruselli yang harus berjuang. Dia sekali lagi akan berhadapan dengan Pornpawee Chochuwong. Di SEA Games 2019, Ruselli memang berhasil menundukkan lawan. Hanya saja tidak mulus, dia harus melewati rubber game yang lumayan intens.(feb)

Berita Lainnya

KPK Dalami Pertemuan Arief-Harun Masiku

JAKARTA  – KPK terus mengulik relasi eks komisioner KPU Wahyu Setiawan dengan bekas caleg PDIP …