Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Borgol / Oknum Guru SD Swasta Peragakan 36 Adegan Saat Rekonstruksi Pencabulan Siswa, di Kelas dan Masjid

Oknum Guru SD Swasta Peragakan 36 Adegan Saat Rekonstruksi Pencabulan Siswa, di Kelas dan Masjid

REKONSTRUKSI : Tersangka pencabulan siswa SD memperagakan adegan saat rekonstruksi, Jumat (14/2) sore. (foto : febi/rb)

BENGKULU– Tim Penyidik Unit PPA Polres Bengkulu melakukan rekonstruksi adegan pencabulan yang dilakukan salah satu oknum guru, Jumat (14/2) sore. Turut hadiri Penyidik Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkulu.

Dari hasil rekonstruksi terungkap, tersangka DS alias W (29) melakukan aksinya di dua tempat. Yakni sekolah dan masjid.  Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma Trisna mengatakan keseluruhan ada 36 adegan yang dilakukan dalam rekonstruksi tersebut.

“Dari 36 adegan tersebut diperagakan langsung oleh pelaku. Rekonstruksi ada di 2 TKP. Pagi dan sore dilakukan korban di dalam kelas pelaku saat itu sudah melakukan tindakan cabul dengan cara memegang alat kelamin korban. Kemudian dilanjut pada malam hari di masjid karena kebetulan siswanya saat itu tengah mengadakan kegiatan malam dan tidur di masjid,” ungkap Kasat.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bengkulu Muhammad Anthoni mengatakan rekonstruksi membuat terang peristiwa yang dilakukan oleh tersangka DW.  “Dengan adanya rekonstruksi ini semoga kasus ini dapat terang benderang sehingga membuat keyakinan bagi pihak penuntut umum dalam pembuktian dipersidangan nanti,” kata Kasi Pidum.

Sebelumnya Polres Bengkulu telah menetapkan DW pelaku pencabulan terhadap dua orang siswa sekolah dasar swasta di Kota Bengkulu sebagai tersangka. Tersangka ditangkap di salah satu perumahan di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Berdasarkan penyidikan Polisi terungkap bahwa tersangka yang merupakan wali kelas tersebut melakukan pencabulan pada 2 orang korban. DW melakukan aksi pencabulan terhadap korban pelaku melakukannya di lingkungan sekolah.

Dari tangan tersangka DW, polisi berhasil mengamankan 6 barang bukti. Yakni 1 stel baju muslim lengan panjang warna biru list merah marun, 1 celana dalam warna hitam, 1 sarung panjang warna ungu motif kotak-kotak, 1 lembar baju lengan panjang warna merah, serta 1 lembar celana pendek warna orange dan 1 lembar kain sarung warna coklat.

Akibat perbuatannya, tersangka DW dijerat Pasal 82 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak Jo Pasal 64 KUHP. Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.(tok)

Berita Lainnya

Maling Besi Jembatan, Warga Kota Agung Dibui

BENGKULU – Akibat ulah nekatnya mencuri besi proyek pembangunan Jembatan Air Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, …